Showing posts with label Rupa Islami. Show all posts
Showing posts with label Rupa Islami. Show all posts

Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum Sambil Berdiri

Diposkan oleh hafidh on Tuesday, February 14, 2012

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-DidmGRFUo5plFv68wdWkWZUw97Vyxq5BBZmYAUHqgkAVN1Iwza9vIN6MFQ1k0NbDkOPf1N7DZqAFgQ2e8tkHQSnEojs_t28A_Lb0X6f4RLSOn2C1T8xDaVyIjV_zweVu6Pu-xw7s0u5_/s1600/minum+berdiri.jpgDalam hadist disebutkan "janganlah kamu minum sambil berdiri". Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfinger. Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.


Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada 'pos-pos' penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk."

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhar).


Read More

Fakta Ilmiah Penyebab Haramnya Babi

Diposkan oleh hafidh on Wednesday, January 18, 2012

Sebuah hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari peneliti Swedia menyebutkan konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas. Penelitian ini semakin memperkuat kebenaran aturan agama yang melarang konsumsi daging babi.

Menurut National Cancer Institute, potensi kanker pankreas dapat terjadi dengan perbandingan satu dari 65 orang.
“Apabila anda mengkonsumsi daging babi tersebut setiap hari, resiko anda akan naik menjadi 1,7 persen. Itu memang masih sangat kecil,”
ujar peneliti dari National Cancer Institute, Dr Richard Besser, kepada ABC News,.

Makanan yang berasal dari babi setidaknya dilarang oleh dua agama besar dunia, Islam dan Yahudi. Dalam Alquran, larangan tersebut tertulis:
"Diharamkan bagimu daging dari bangkai hewan, darah, dan daging babi, dan setiap (makanan) yang disembelih selain dari nama Allah.''

Sedangkan, pelarangan babi di Yahudi tertulis dalam Alkitab di Perjanjian Lama.
"Dan babi, meskipun itu berkuku dan berkaki belah, dia adalah haram untukmu. Daging mereka janganlah kamu makan, bangkai mereka janganlah kamu sentuh. Mereka haram bagimu.''

Menurut sebuah laporan di Los Angeles Times, orang Cina tercatat sebagai pengkonsumsi babi terbesar dunia. Masyarakat Cina rata-rata mengkonsumsi 50 kg daging babi per tahun atau dua kali lipat dari orang Amerika. Cina juga merupakan produsen daging babi terbesar dunia dengan 460 juta ekor babi atau setengah dari total konsumsi babi global.

Padahal dalam beberapa teks Cina kuno, praktek mengkonsumsi babi ini sebenarnya dilarang. Kitab Konfusian dari Ritus yang berumur 3.000 tahun lalu mengatakan: "Seorang pria tidak boleh makan daging babi dan anjing." Pelarangan babi terdapat juga dalam sebagian kelompok Hindu dan Kristen seperti Advent Hari Ketujuh serta Gereja Ortodoks Ethiopia.
Sumber: ibtimes.co.uk

Buat yang kasih komentar tentang ajaran agama lain: Silahkan amalkan ajaran agama masing2. Gak perlu buat komentar gak nyambung soal agama lain yang punya ajaran berbeda.
Read More

Tradisi Lebaran di China yang unik

Diposkan oleh hafidh on Sunday, September 4, 2011

Setiiap negara memiliki tradisi berlebaran yang berbeda. China adalah salah satu yang memiliki perpaduan unik pada perayaan Lebarannya.

Keunikan itu disebabkan karena tradisi umat Muslim di China tidak lantas terlepas dari akar budaya nenek moyang mereka. Memiliki akar budaya yang kuat, terjadilah akulturasi antara kultur China dan Islam, sehingga muncul warna tersendiri pada tradisi Islam di negeri Tirai Bambu ini. Itu terlihat pada tiga perayaan besar terpenting bagi umat Islam di China– Idul-Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Misalnya, saat merayakan Idul Fitri umat Muslim China akan bersembahyang bersama di sebuah area yang luas, pesta makan, bernyanyi, dan menari bersama. Tak lupa mereka mengadakan upacara khusus untuk mengenang penduduk Muslim pada masa Dinasti Qing.

Tradisi perayaan Lebaran di daerah Xinjiang juga sangat meriah. Kaum pria mengenakan jas dan kopiah putih, yang wanita memakai baju hangat dengan kerudung setengah tertutup. Mereka akan berkumpul di suatu lapangan besar untuk mengikuti bazaar, lalu bernyanyi dan berdansa.

Agama Islam masuk ke China sekitar abad ke-10. Sama halnya seperti di Indonesia, penyebaran Agama Islam dilakukan oleh para saudagar dari Arab dan Persia melalui jalur perdagangan darat dan laut yang disebut Jalan Sutera.

Orang China yang pertama kali memeluk Islam adalah dari suku Hui Chi. Sejak saat itu, pemeluk Islam di China kian bertambah banyak. Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor. Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.

Islam telah berevolusi menjadi agama terbesar kedua di China. Populasi Muslim di China diperkirakan terus naik, hingga kini terdapat sekitar 35 juta orang. Agama Islam di Cina berkembang dengan pesat, meskipun negara itu menganut paham komunis.

Setengah dari Muslim China berasal dari kelompok etnis Hui. Sisanya berasal dari kelompok etnis yang berbeda di wilayah barat laut Cina, Xinjiang dan Ningxia. Warisan kekayaannya dapat ditelusuri sejak para utusan Muslim dan pedagang dari Persia menyebarkan agama ke wilayah ini antara tahun 630 Masehi dan 751 Masehi, selama Dinasti Tang.
Read More

Cara Mudah Menuju Mekkah

Diposkan oleh hafidh on Monday, August 15, 2011




Cara Mudah Menuju Mekkah
Cara Mudah Menuju Mekkah
Anda mau naik haji? Nah, kalau memang mau, jangan cuma menunggu tanpa melakukan sesuatu, itu namanya mimpi di siang bolong. Ayo persiapkan diri agar Anda mampu. Caranya?

Nah, buku ini menjelaskan satu demi satu bagaimana caranya.

Pertama, niatnya mesti ditata dulu. Haji lebih merupakan urusan hati, ketimbang urusan harta. Urusan haji harus dimasukkan di dalam hati sebagai salah satu agenda utama hidup.

Kedua, rencanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk naik haji, bukan cuma menunggu sesuatu tanpa tindakan. Targetkan waktu dan caranya. Sebagaimana pekerjaan profesional, urusan ibadah pun perlu di-manage dengan serius.

Ketiga, arahkan seluruh perasaan, pikiran, dan tindakan kepada tujuan naik haji. Hadirkah Ka'bah di hati, sehingga terasa dekat. Keempat, setelah semua usaha lahir-batin dilakukan, berdoa kepada Allah agar diberi jalan untuk berhaji dengan cara dan waktu yang dipilih-Nya. Kadang-kadang Dia memberi jalan yang tidak disangka-sangka, dengan cara yang tak terduga.

Nah, semoga buku ini benar-benar mengantarkan Anda yang saat ini belum berhaji, agar mau dan mampu berhaji. Dengan izin dan ridha Allah Swt.

Judul Buku: Cara Mudah Menuju Mekah
Penulis: Firmansyah Dimmy
Penerbit: Mizania
Terbit: April 2011
Read More

Berikut 7 Manusia Yg Mendapatkan Perlindungan Allah SWT

Diposkan oleh hafidh on Friday, August 5, 2011

7 Manusia Yg Mendapatkan Perlindungan Allah SWT
Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda:”Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid,dua orang yang saling mencintai karena Allah,yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”,seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya,dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary – Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu :
  • 1. Pemimpin yang adil Menjadi pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan pikiran,perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan memanfaatkan kepemimpinan itu.sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau aharam.Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah,Karena itu logis kalau kita menjadi pemimpin yang adil,Allah akan memberi perlindungan di akhirat kelak.
  • 2. Anak muda yang saleh, Masa muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat.Ini merupakan imbalan dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.
  • 3. Orang yang hatinya terikat pada mesjid Kalimat “seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid”seperti yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua, orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan apapun yang dijalaninya.
  • 4. Bersahabat karena Allah Poin ini terambil dari kalimat “dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah”. Bersahabat karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat material,namun murni semata-mata karena Allah swt. Kalau sahabat kita berbuat baik, kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud dengan persahabatan karena Allah.
  • 5. Mampu menghadapi godaan lawan jenis “Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah.” Kalimat ini menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat. Di sini digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu, namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki. 
  • 6. Ihklas dalam beramal “Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.” Ini gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita bersedekah sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran? . Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut, ” Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S.Al-Baqarah 2: 271)
  • 7. Zikir kepada Allah dengan khusyu “Seseorang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan air mata.” Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo’a dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.
Read More

Tiga Disiplin Puasa Ramadan

Diposkan oleh hafidh on Wednesday, August 3, 2011

Sumber: Ahmad Yani
Tiga Disiplin Puasa Ramadan
Tiga Disiplin Puasa Ramadan
Ada banyak makna penting dari ibadah Ramadan, salah satunya adalah mendidik kedisiplinan. Ada tiga bentuk disiplin yang dapat diperoleh dari puasa.

Pertama: disiplin dalam menunaikan kewajiban, apalagi kewajiban ini telah diharuskan kepada generasi sebelum kita. Ini berarti tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau melaksanakan segala bentuk kewajiban dalam hidup.


"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS al-Baqarah [2]:183).

Utang juga kewajiban yang harus kita tunaikan, baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia. Karena bila kewajiban puasa belum kita tunaikan dengan alasan tertentu, maka kewajiban itu tidak gugur begitu saja, tapi harus diganti dengan berpuasa pada kesempatan lain atau menggantinya dengan fidiah.

"Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui," (QS al-Baqarah [2]:184).

Kedua: disiplin dalam waktu, yakni menggunakan waktu sebaik mungkin dalam konteks pengabdian kepada Allah SWT, karenanya berpuasa dan ibadah lainnya di dalam Islam telah ditentukan waktunya.

Saat fajar atau subuh tiba, maka makan, minum serta hubungan suami istri dihentikan untuk memulai ibadah puasa. Orang yang disiplin waktunya bagus merasa lebih baik menunggu daripada terlambat.

Sedangkan bila maghrib tiba, kita harus segera makan dan minum untuk mengakhiri puasa meskipun harus menunda beberapa saat pelaksanaan salat maghrib.

Efektif dan efisien dalam menggunakan waktu sangat terasa saat bulan Ramadan.

Ketiga: disiplin dalam hukum. Sebagai manusia kita harus taat kepada hukum. Allah SWT paling tahu hukum seperti apa yang cocok untuk manusia.

Melalui puasa kita dilatih untuk disiplin dalam hukum sehingga sesuatu yang semula boleh menjadi tidak boleh. Contoh, jika makan, minum atau hubungan seksual bisa dikendalikan, seharusnya kita bisa mengendalikan diri dan disiplin dalam hukum-hukum lainnya.

"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui," (QS al-Baqarah [2]:188).

Karena itu berbahagialah kita mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk membina diri melalui ibadah Ramadhan yang membuat kita menjadi semakin bertaqwa kepada Allah SWT.
Read More

Tips Agar Lambung Sehat saat Berbuka Dan Sahur Puasa

Diposkan oleh hafidh

Tips
Tips Agar Lambung Sehat saat Berbuka Dan Sahur Puasa. Puasa adalah salah satu ibadah utama. Ibadah puasa insya Allah akan terasa lebih nyaman kalau lambung kita sehat. Seperti diketahui, salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan saat puasa adalah kambuhnya penyakit maag, akibat saluran cerna kita tidak mendapat makanan maupun minuman selama +/- 14 jam.

Dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli memang terjadi peningkatan asam lambung saat puasa dan akan kembali normal setelah puasa selesai. Selain itu lambung juga akan mengadakan proses adaptasi dengan pola makan yang berubah, sehingga seringkali pada awal-awal puasa keluhan sakit maag ini meningkat.

Menurut ahli gizi klinik, Dr Samuel Oetoro MS SpGK, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, setiap orang harus mene -rapkan pola hidup sehat dan bugar. Pola hidup sehat dan bugar berarti kita harus melakukan 5S yaitu Makan Sehat , Berpikir Sehat , Istirahat Sehat, Aktivitas Sehat dan Lingkungan Sehat. Dalam hal Makan Sehat, kita harus memperhatikan tiga hal, yaitu jumlah , jadwal dan jenis makanan. Hal ini pun perlu diterapkan saat berpuasa, agar ibadah tersebut dapat dilaksanakan sebaik mungkin tanpa gangguan lambung.

Ada beberapa tips sederhana untuk menjaga lambung tetap sehat selama puasa: Jangan lewatkan sahur dan jangan tunda berbuka. Makanlah makanan dengan gizi seimbang dan lengkap selama puasa. Saat sahur tubuh memerlukan makanan bergizi dan kaya serat, sedangkan saat berbuka awali dengan minum air dan makan yang manis dahulu (misal : kurma). Sesudah shalat Maghrib lanjutkan makan besar dan lengkap. Sesudah Tarawih/sebelum tidur dapat mengkonsumsi makanan ringan. Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi.

Jika timbul gejala sakit maag seperti : sendawa asam, mual, mulas, nyeri uluhati dan kembung, maka asam lambung dapat dinetralkan dengan minum obat maag sebelum sahur, saat berbuka dan sebelum tidur malam.

Tips Sehat Sahur Puasa Ramadhan
1. Sahurlah mendekati imsak
2. Makanlah makanan yang mudah dicerna,
misal : sedikit nasi, telur, sayur, tempe/tahu.
3. Minumlah air hangat atau jus buah segar
4. Jangan langsung beraktivitas berat atau kembali tidur setelah sahur, beri waktu (30 menit) makanan masuk ke pencernaan dengan sempurna

Tips Sehat Berbuka
1. Segerakan berbuka ketika masuk dengan minum air putih
2. Utamakan makanan yang manis atau kurma seperti ysng dianjurkan Nabi
3. Satu jam kemudian, makanlah makanan padat dan lengkap secukupnya. 4. Perbanyak minum air putih untuk membantu proses pencernaan.
Read More

Tips Sahur Agar Puasa Tetap Bugar

Diposkan oleh hafidh

Tips Saat Sahur
Tips Saat Sahur Agar Puasa Tetap Bugar Ramadhan 1432 H 
Agar kondisi tetap bugar dan produktif dalam menjalankan ibadah puasa, berikut tips yang dapat dilakukan sehingga ibadah yang kita jalankan dapat maksimal :

1. Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walaupun menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

2. Upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka atau ber – AC.

3. Agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.

4. Bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.

5. Sedangkan bagi penderita diabetes bisa mengkonsumsi nasi merah. Saat berbuka makanlah makanan ringan yang berkalori cukup. Perhatikan juga asupan obat-obatan, jangan sampai beresiko pada hipoglikemi (kadar gula terlalu rendah).

6. Jika memungkinkan lakukan olahraga ringan menjelang berbuka puasa, dengan melakukan olahraga ringan, niscaya tubuh Anda akan lebih fit dalam menghadapi sebulan penuh berpuasa.

7. Pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak ataupun minuman manis lainnya. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda. Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak “kaget”. Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.

8. Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Vitamin tersebut terdapat pada buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, dan kacang-kacangan.
Read More

Inilah Al-Qur'an Terberat di Dunia

Diposkan oleh hafidh on Tuesday, June 28, 2011

alquran terberat duniaAl-Qur'an Terberat di Dunia ada di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Shiryyah Nurul Iman, yang terletak di Kampung Waru RT 01/01, Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pimpinan Ponpes Al-Shiryyah Nurul Iman, Habib Sagaf Bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim, mengatakan, pihaknya mengklaim Al-Qur’an ini terberat didunia, karena beratnya mencapai 1,2 ton, dengan ukuran ketebalan mencapai 3 milimeter, lebar 120 centimeter dan panjangnya 150 centimeter.
“Al-qur’an terberat di dunia ini terbuat bukan dari kertas. Melainkan, terbuat dari plat besi alumunium,” ungkapnya, Senin 23 Agustus 2010.
Dia mengatakan, Al-Qur’an terberat di dunia ini masih berujud lembaran-lembaran dan tersimpan rapih diruangan perpustakaan Ponpes Al-Shiryyah Nurul Iman dan akan dijaga oleh santri-santrinya yang berjumlah 18 ribu orang.

Al-Qur’an terberat didunia ini terdiri dari 30 juz, 114 ayat dan 6666 ayat. "Sebenarnya, Al-Qur’an ini sama seperti umumnya, hanya saja plat alumunium dan berukuran raksasa," katanya.

Pembuatan Al-Qur’an terberat di dunia ini proses pengerjaannya memerlukan waktu sekitar 5 tahun (1985 – 1990 ) yang dibuat di daerah kawasan Bintaro, Jakarta,” paparnya.

A-Qur’an dikerjakan secara khusus oleh 9 orang ulama di tanah Jawa dan biaya yang diperlukan mencapai Rp 500 juta.

Sembilan orang ulama saat mengerjakan Alquran tersebut dibarengi dengan melaksanakan ibadah puasa penuh selama 5 tahun. Para ulama ini harus berwudhu dulu.

"Jika wudhunya batal, kami harus mengambil wudhu lagi," katanya.

QURAN TERBERAT. Tiga orang santri membaca Al Quran yang terbuat dari besi stenlis di Ponpes Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, Jabar, Rabu (18/8). Al Quran yang berjumlah 300 lembar dengan panjang 140 cm dan lebar 100 cm memiliki berat total 1,2 ton sehingga Al Quran tersebut diklaim sebagai Al Quran terberat di dunia. FOTO ANTARA/Jafkhairi/ss/nz/10

Beberapa pejabat tinggi Republik Indonesia bahkan mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah berniat dan menawarkan diri untuk memiliki Al-Qur'an itu. Begitu juga dengan pejabat dari mancanegara.
alquran terberat dunia
Al-Quran Terberat
Namun permintaan itu ditolak. Karena, Al-Qur’an ini akan menjadi ciri khas pondok pesantren. "Kalau saya memiliki rezeki atau dana, Al-Qur’an ini akan kami tempatkan kedalam sebuah ruangan khusus semacam perpustakaan agar mudah dipelajari dan dibaca para santri," katanya.
Read More

Masjid Para Jin

Diposkan oleh hafidh on Thursday, October 21, 2010


Masjid Jin
Tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat [51]: 56). Begitulah penegasan Allah dalam Alquran tentang tujuan-Nya menciptakan jin dan manusia, yakni semata-mata untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Esa. Karena itu, golongan jin dan manusia terbagi dua, yaitu Muslim dan kafir.

Jin menyatakan keislamannya yang diterangkan dalam Alquran surah Jin [72] ayat 1-2. "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Alquran. Lalu, mereka berkata, `Sesungguhnya, kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami memercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan siapa pun juga."

Peristiwa ini terjadi saat Rasul SAW bersama para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh. Ketika itu, Rasul SAW membaca surah Ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah Ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, "Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Ketika ayat ini dibacakan, para jin yang hadir saat itu langsung menjawabnya dengan kalimat, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami."

Ibnu Mas'ud menyatakan bahwa ia ikut menyaksikan malam turunnya ayat Jin ini. Rasulullah SAW bersabda, "Aku didatangi juru dakwah dari kalangan jin. Lalu, kami pergi bersamanya, dan aku bacakan Alquran kepada mereka."

Peristiwa ini terjadi di sebuah masjid yang terletak di kampung Ma'la, tak jauh dari pekuburan kaum Muslim di Kota Makkah. Dan kini, masjid itu dinamakan dengan Masjid al-Jin atau Masjid al-Bai'ah. Sebab, di tempat inilah para jin berbaiat atau menyatakan keislaman mereka kepada Rasulullah SAW untuk beriman kepada Allah SWT dan Kitab-Nya.

Masjid ini menjadi monumen terpenting antara Rasulullah SAW dan para jin. Konon pada saat itu, para Jin berencana menuju Tihamah. Namun, mereka mendengar bacaan Alquran. Mereka sangat takjub mendengarnya, dan kemudian berdialog dengan Rasulullah SAW, lalu menyatakan keimanannya. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada kaum jin. Penyampaian para jin yang berbaiat dengan Rasul SAW itu diabadikan dalam Alquran surah Al-Ahqaf [46]: 29-32.

Dalam Asbab an-Nuzul karya Jalaluddin as-Suyuthi disebutkan sebab-sebab diturunkannya surah Al-Ahqaf ayat 29-32. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Mas'ud. Ketika Rasulullah SAW sedang membaca ayat-ayat Alquran, ada beberapa jin (sejumlah riwayat menyebutkan jumlahnya ada sembilan jin dan sebagian lain menyebutkan tujuh jin) yang turut mendengarkan bacaan Alquran dari Rasulullah SAW. Kemudian, salah satu dari jin itu mengingatkan teman-temannya, "Diamlah, perhatikan bacaannya." Sesudah itu mereka kembali kepada kaumnya untuk mengingatkan mereka pada jalan yang benar.

Dalam kitab Ad-Durur al-Manshur disebutkan bahwa jumlah jin yang datang kepada Rasulullah SAW itu sebanyak tujuh jin. Sementara itu, menurut Ibnu Mas'ud sebagaimana dikutip Syekh Abdul Mun'im Ibrahim, dalam kitabnya Ma Qabla Khalqi Adam dan telah diterjemahkan dengan judul Adakah Makhluk Sebelum Adam? Menyingkap Misteri Awal Kehidupan, jumlah mereka sebanyak sembilan dan salah satu dari jin itu bernama Zauba'ah.

Responsif Dalam kitab Fath al-Bari bi syarh Shahih al-Bukhari bab Dzikru al-Jin disebutkan, pemimpin para jin itu bernama Wirdan. Para jin itu berasal dari Nasibain, yaitu sebuah daerah yang terletak di perbatasan antara Negara Irak dan Suriah, yaitu di dekat Mosul.

Menurut Abdullah ibnu Umar, ayat Alquran yang dibacakan Rasulullah SAW ketika itu adalah surah Ar-Rahman. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada bagiku selain golongan jin yang lebih baik dalam merespons surah Ar-Rahman daripada kalian."

Para sahabat bertanya, "Bagaimana bisa, ya Rasul?" Rasulullah menjawab, "Ketika aku membaca ayat `Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,' para jin berkata, "Wahai Tuhan kami, tidak ada sedikit pun dari nikmat-Mu yang kami dustakan."

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabatnya mengenai bagaimana mereka (golongan jin) menafakuri dan menadaburi (menelaah dan mencerna) ayat-ayat Allah SWT. Ketika ayat Alquran menanyakan sesuatu, para Jin itu dengan cepat merespons pertanyaan Allah.

Sementara itu, para sahabat masih terdiam dan terpaku mendengarkan ayat-ayat tersebut. Para jin lebih respek terhadap ayat yang banyak menggunakan kalimat istifham (pertanyaan) daripada manusia. Namun, diamnya para sahabat dalam merespons ayat Alquran ini masih lebih baik dibandingkan dengan orangorang kafir Quraisy yang enggan mengimani dan meyakini kebenaran Alquran dan ajaran Islam.

Teguran Menurut Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Al-Qur'an, surah Jin dan Al-Ahqaf itu memberikan teguran kepada orangorang kafir Quraisy dan Arab di Makkah yang terlambat merespons keimanan. Sementara itu, jin yang bukan berasal dari golongan manusia lebih cepat dalam menerima dan merespons dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW.

Para Jin ini terbagi dua, yakni jin kafir dan jin Islam (mukmin). Jin yang beriman akan ditempatkan di surga, sedangkan jin kafir akan ditempatkan di neraka. Rasulullah SAW menggambarkan bahwa para jin itu terbagi tiga golongan, yakni golongan yang bisa terbang di udara, golongan ular dan anjing, serta golongan yang bermukim dan hidup berpindah-pindah. Lihat hadis sahih yang diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dalam Maqasid asy-Syaithan, dalam bagian Hawatif, riwayat al-Hakim, dan juga hadis lainnya.

Sebagaimana manusia dan hewan, para jin ini juga makan dan minum, menikah, beranak, serta mati. Menurut Syekh Abdul Mun'im Ibrahim, para jin ini adalah penghuni dunia yang hidup di tempat-tempat sepi dari manusia dan di padang pasir. Dan, diantara para jin itu ada yang hidup di pulau-pulau di tengah laut, di tempat sampah, di tempat rusak, dan di antara mereka ada yang hidup bersama manusia.

Jin memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia, seperti terbang, naik ke langit, mendengar apa yang tidak bisa di dengar oleh manusia, dan mereka juga melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh manusia. Wa Allahu A'lam.
Read More